SERPIHAN YANG TERSERAK TERANGKAI DALAM MOZAIK

Jumat, 15 Juli 2011

green


















Tuhan mempunyai banyak cara untuk menyisipkan rasa bahagia pada makhluknya. Tinggal bagaimana makhluk menerjemahkan, merasakan, dan mensyukurinya.

Baca Selanjutnya..

guntur dan caping kulit buaya

gemuruh lembut guntur tak henti-hentinya sejak sore tadi di sisi langit sebelah utara.
sementara titik-titik air mengetuk-ngetuk genting, suaranya berpadu dengan derik-derik serangga malam.
teringat dengan "caping kulit buaya" dari daun pandan pemberian ayah, yang melindungi kepalaku belasan tahun lalu.

-selamat jalan ayah, semoga damai di sana. amin-

Baca Selanjutnya..

Hujan dan Ny Ageng Serang

Butir-butir air sebesar biji jagung menerjang-nerjang kulit mukaku ketika kuterobos lebatnya hujan semalam, terasa sedikit pedih. Sekitar 80 km per jam melaju, derasnya hujan membuat jarak pandang begitu terbatas. Mengikuti marka garis putih putus-putus, entah berapa lama akhirnya sampai di simpang lima yang sudah tak asing lagi bagiku. Seorang pahlawan penunggang kuda selalu gagah dan ramah menyambut siapa saja yang melintas. Tanpa gerak, tanpa suara.

Beberapa bulan lalu kulihat beberapa pekerja membersihkan patung pahlawan wanita berkuda itu. Dan beberapa hari kemudian kulihat wajahnya semakin bersinar. Dulunya seluruh badan dan kuda tunggangnya berwarna hitam legam, namun sejak itu menjadi bersinar emas. Senyum si kuda pun terlihat semakin cemerlang. Hujan lebat semalam pun tak membuat kegagahan pahlawan wanita itu berkurang sama sekali.

Lampu merah di simpang lima berganti hijau, dan aku kembali melaju memacu kuda logamku. Menembus butir-butir air yang masih tercurah dari langit meskit tak selebat beberapa waktu sebelumnya.

Baca Selanjutnya..

langit biru

Langit biru semburat awan putih tipis, jernih sinar mentari, kicau burung dan desing serangga di pepohonan, semilir angin getarkan simfoni dedaunan, aroma kemangi arab yang tumbuh di pojok rumah, capung kerbau hinggap tepat didepanku tak lebih dari 40 cm. duduk di sofa teras kunikmati mereka. alhamdulillah..

Baca Selanjutnya..

pesisiran

ing pesisiran, angine sembribit agawe roso ayem lan tentrem. blarak klopo lan gegodongan liyo-liyane kang keno angin podo obah nyuworo kemrusuk, ngresep ing ati sak sopo wae kang nglaras suaraning alam pesisir.
ombak gumebyur, pasir kang kabur angin, coyo srengenge semburat jinggo ing wayah sore, nyawiji ing endahing pesisir kidul abebates cakrawala samudra..

Baca Selanjutnya..

Minggu, 14 Juni 2009

Bercakap dengan sunyi

(playlist laguku pagi ini)


Tak ada secangkir kopi, pun segelas teh hangat. Mentari yang bersinar cerah pagi ini sudah cukup menghangatkan udara. Beberapa saat lalu ponselku memberi kabar, kini saatnya benda yang sering tergenggaman di tangan itu beristirahat. Tombol nonaktif telah terpencet. Biarlah sunyi pagi ini yang kan kuajak bercakap. Tentang semua yang tak tertahan menyeruak dalam hati.


Ah, sunyi tak lagi bersahabat dengah hatiku, biarlah kubuat kegaduhan baginya. List lagu yang kan menemani sisa pagi ini:


  1. Dewa 19 – I Want to Break Free (Entah apa isi liriknya aku tak peduli. Cuma ingin dengerin musiknya yg nge-beat. Untuk bangkitkan semangatku yang terkoyak berantakan pagi ini.)
  2. Saint Loco Ft. Astrid – Kedamaian (Juga cuma pengen denger beat-nya yg kenceng utk menopang semangatku yg rubuh pagi ini. Sedikit potongan lirik, “Tak ada kesedihan tak ada kepedihan, hanya satu kedamaian”)
  3. KLA – Yogyakarta (Untuk membuatku tersenyum, banyak kenangan di Jogja dengan temen-temen yg tak akan terlupakan)
  4. Koil Ft. Ahmad Dhani – Kenyataan dalam Fantasi (Tak peduli dg isi liriknya. Hanya butuh dengerin beat kencengnya bwt menyusun semangatku yang runtuh!)
  5. Dewa – Shine One (Idem. Cuma dengerin beatnya yg lumayan kenceng. Idon’t care dg liriknya. Semangat, please datanglah padaku!!!)
  6. Louis Amstrong – What A Wonderfull World (Memberiku inspirasi untuk selalu melihat keindahan dunia dan hidup, bagaimanapun keadaannya)


Ada satu lagu yang liriknya pas dengan perasaanku pagi ini (kecuali di satu bagian). Aku suka sekali lagu itu, tapi tak berani kumasukkan dalam playlist dan mendengarkannya. Justru hanya akan semakin meruntuhkanku jika kudengar.


”Satu jam saja cukup bagiku mencintai kamu di hatiku.

Tapi bagiku, melupakanmu, butuh waktuku,

Seumur hidupku”


Yah, satu jam saja cukup bagiku untuk mencintaimu. Tapi butuh waktu seumur hidupku untuk melupakanmu.

Kukatakan, ”Aku tak menyesalinya!”

Baca Selanjutnya..

Senin, 09 Maret 2009

tak lelahkah bayangmu?

hari bulan tahun telah berlalu
tak kuingat lagi kapan kau tinggalkan bayangmu disana
dan tak kuingat pula
sejak kapan telah ku bunuh hatiku agar tak kembali melihat bayangmu

tapi pagi ini
masih saja kulihat bayangmu
di sudut-sudut kotaku
di simpul-simpul jalan yang pernah kita lewati

”Persetan denganmu!”
tak kuingat pula berapa ulang kali kata tak terucap itu telah terlecut
untuk bayangmu
hingga aku bosan

tak lelahkah bayangmu?
berada di sudut-sudut itu
juga di simpul-simpul jalan itu

”Pergilah,
tinggalkan sudut-sudut kotaku
tinggalkan simpul-simpul jalan itu.”

pergilah!

Baca Selanjutnya..